
Baru-baru ini saya nonton suatu drama yang menceritakan seorang anak yang kehilangan ayah karena malpraktek. Ketika anak itu & ibunya berusaha menuntut keadilan ke rumah sakit tempat terjadi malpraktek, direktur RS malah berusaha menutupi dengan berbagai cara, sedemikian rupa sehingga kasusnya tidak dapat diteruskan, dan ibu tersebut akhirnya meninggal karena stres dll. Akibat akhir dari kasus tersebut, si anak kehilangan kedua orang tuanya. Kemudian anak itu berjanji akan melakukan balas dendam.
Waktu berlalu, 18 tahun kemudian di RS tadi datanglah seorang dokter bedah jantung lulusan Amerika yang sangat jago. Dengan skill yang dimiliki, hanya dalam waktu 2 tahun dokter itu bisa menggantikan direktur RS existing dan dapat mengakses banyak data di dalam RS. Singkat cerita, dokter jantung itu adalah anak yang ayahnya kena malpraktek tadi. Dia melakukan beberapa hal yang akhirnya sangat amat merugikan keuangan RS, termasuk ke direktur yang dulu menutupi kasus ayahnya, sehingga akhirnya direktur itu kolaps dan hampir meninggal.
Yang menarik, setelah kejadian itu, seorang rekan dokternya bertanya kepada dokter jantung itu, kurang lebih kata-katanya “kamu sudah berhasil balas dendam, apakah kamu merasa lebih baik?” dan ternyata tidak.
Cerita balas dendam sebenarnya sudah cukup sering saya tonton, dan memang selalu terjadi, orang yang meskipun berhasil balas dendam, tidak membuat kondisinya lebih baik. Jujur, menurut saya, hanya ada 1 sisi positif saja untuk orang-orang yang seperti itu, yaitu motivasi yang kuat. Contoh seperti dokter jantung tadi, karena motivasi untuk membalas direktur RS yang sudah membuat keluarganya hancur, dia belajar dengan luar biasa.. sedemikian rupa sampai dia bisa memiliki skill bedah jantung yang hebat. Meskipun setelah ortunya meninggal itu dia mendapatkan orang tua asuh yang baik & tinggal di Amerika, dia tidak bersantai-santai, tetapi belajar & berusaha dengan keras, selama 18 tahun.
Itulah yang saya sebut motivasi yang kuat, meskipun sumber motivasinya salah.
Anyway, semoga ini menjadi tambahan wawasan untuk kita semua, untuk merenung ketika ada perasaan ingin balas dendam. Balas dendam tidak akan membuat kita lebih baik, bahkan setelah tindakan tersebut berhasil. Yang ada, biasanya akan menimbulkan reaksi yang sama (orang yang terdampak aksi balas dendam akhirnya juga marah & dendam). Seperti lingkaran setan yang tidak akan pernah selesai.
Closure (penyelesaian) hanya akan terjadi ketika kita mau menyadari bahwa balas dendam tidak akan memberikan ketenangan dalam hati. Justru memberi maaf yang akan membuat hati kita menjadi damai.
