Atur biaya jalan-jalan

Beberapa hari lalu saya membaca postingan di website komunitas travel yang saya ikuti sejak tahun 2024. Postingannya sangat menarik, yaitu cara mendapatkan tiket pulang pergi ke Jepang dengan pesawat maskapai premium, di kelas bisnis, dengan modal hanya 20an juta saja. Saya tidak salah typo… PP jakarta – jepang, maskapai premium (bukan LCGC), kelas bisnis (bukan ekonomi)… hanya 20an juta. Harga ini memang murah karena saya tau harga pasaran tiket PP Jepang dengan maskapai premium tersebut, jadi saya sendiri-pun tertarik membaca artikel tersebut.

Ketika saya selesai baca postingannya, saya melihat bagian komentar di paling bawah. Ada satu komentar dari pembaca yang membuat saya akhirnya menulis post ini. Komentar tersebut jauh lebih menarik dibanding isi artikelnya. Si pembaca itu menulis komentar yang isinya kira-kira “harganya memang murah, tetapi dalam kondisi ekonomi saat ini jadi berasa mahal.”

Setelah baca komentar itu, saya diam sejenak. “benar juga“, pikir saya. Percaya tidak percaya, terasa atau tidak terasa, kondisi ekonomi saat ini cukup menantang. Harga-harga kebutuhan sehari-hari semakin naik, sedangkan penghasilan mungkin tidak naik. Artinya, kita perlu mempersiapkan dana yang lebih untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga dana untuk hal lain tentu lebih menurun, contohnya untuk jalan-jalan. Hal ini yang akhirnya membuat harga tiket pesawat berasa mahal.

Meskipun jalan-jalan itu memberikan manfaat yang banyak, terutama bagi pikiran & mental kita, tetapi tidak berati perlu dilakukan dengan biaya yang tinggi. Jika memang budget jalan-jalan terbatas, ya tidak perlu naik pesawat kelas bisnis. Saya selalu percaya trip sendiri itu bisa banget diatur, apakah transportasinya, akomodasinya, atau makanannya.. tinggal tergantung prioritasnya apa. Jika prioritas adalah waktu yang ketat, maka transportasi perlu dengan maskapai premium yang biasanya tepat waktu, selebihnya gunakan akomodasi & cari makanan yang lebih murah meriah. Atau jika prioritas adalah makanan (misalnya memang ingin wisata kuliner), maka perlu cari transportasi yang lebih murah (misal LCGC) & akomodasi yang standard. Beda lagi kalau ingin trip menikmati hotel (staycation), maka cari makanan yang murah meriah & kalau perlu yang lokasinya agak dekat jadi tidak perlu transportasi yang mahal, toh hanya ingin lebih banyak di hotel.

Intinya, menurut saya, biaya jalan-jalan bisa diatur, tinggal tentukan prioritas. Tinggal tentukan mana yang paling penting, sisanya cari yang standard sehingga biayanya bisa ditekan.