Beli mobil baru atau bekas ?

Kalau pertanyaan ini ditanyakan kepada saya 10 tahun lalu, saya akan jawab “beli baru”, karena saat itu saya tidak punya pemahaman mengenai financial planning, tidak paham bahwa bunga kredit itu bisa menjadi monster, dan juga saya berpikir mobil bekas akan lebih susah dirawat. Tetapi, jika hal itu ditanyakan kepada saya saat ini, maka saya dengan yakin akan menjawab “beli bekas saja, asalkan saya tau pemilik lamanya.”

Alasannya apa? karena jika beli mobil baru tetapi kredit (a.k.a tidak mampu bayar cash), uang yang dikeluarkan jauh lebih tinggi, sementara nilai mobil setiap tahun menurun. FYI, untuk kalian yang baca postingan saya mengenai bunga kredit, coba cari di arsip web ini. Saya sudah postingkan beserta contoh riil kredit mobil saya dulu.

Sedikit refreshing informasi, kredit kepemilikan mobil itu menggunakan model kredit fix, beda dengan KPR. Bunga kredit fix artinya bunga yang kita bayar itu berdasarkan nilai hutang di awal banget. Jadi misalnya plafon kredit 200 juta, bunga 5%/tahun, tenor 4 tahun. Maka total bunga yang kita bayar adalah 40 juta. Hitungnya simple, 5% x 200jt = 10jt -> ini bunga 1 tahun, jadi kl tenor 4 tahun hasilnya 40jt. Dari 200 juta plafon + 40 juta bunga = 240 juta dibagi tenor 48 bulan maka munculah cicilan bulanan 5 juta/bulan. Jadi, meskipun secara hitung-hitungan sisa hutang pokok di tahun ke 3 atau 4 itu sudah tinggal sedikit, bunganya tetap berdasarkan plafon di awal. Ini yang dimaksud dengan bunga kredit tetap (fix).

Oiya, jangan lupa juga, ada hitungan asuransi selama tenor [yang akan dibungakan juga] karena perusahaan pembiayaan tidak mau menanggung resiko ketika terjadi sesuatu. Contohnya saja hitungan asuransi All risk 1 tahun itu 3 juta, maka selama tenor 4 tahun, kira-kira total asuransinya bisa 10 jutaan. Semua dibayar diawal, dan kemudian dimasukkan ke plafon hutang sebelum perhitungan bunga. Untuk contoh yang sama diatas, silahkan hitung sendiri total bunga yang akan kamu bayar. Total keseluruhan bunga bisa +-50 juta. Satu perempat dari hutang pokok, sementara nilai mobilnya setiap tahun turun. Kecuali mobilnya digunakan untuk mencari penghasilan, menurut saya pribadi, pembelian mobil baru dengan kredit bukanlah pembelian aset, yang ada akan menggerus aset utama kita.

Betul, membeli mobil baru bisa dapat gratis servis selama sekian tahun, serta garansi jika terjadi masalah. Beda dengan beli mobil bekas, kita tidak tau history si mobil itu, apakah bekas banjir, bekas tabrak, bekas turun mesin, dll. Pemilik lama bisa bohong, dan meskipun ketauan bohong juga kita tidak akan bisa apa-apa. Karena itu saya pribadi inginnya beli mobil bekas dari orang yang saya kenal sebelumnya, minimal pemilik lama akan lebih jujur, lalu kalau (amit2) ada apa-apa, masih bisa dicari orangnya. hahaha…

“Terus kalau beli mobil baru secara cash itu aman, min?” Saya dengan yakin menjawab “Aman!” karena saya percaya, orang yang punya uang cash keras untuk membeli mobil gress pasti cadangan kas-nya jauh lebih banyak dari harga si mobil.. jadi menurut saya tidak masalah jika dia memiliki keinginan untuk membeli mobil baru. Seperti kata orang “Sultan mah bebas…”