
Sejak anak saya masuk TK, sebenarnya dia sudah mendapatkan pelajaran bahasa Inggris di sekolah. Memang hanya 1 jam pelajaran dalam seminggu, tetapi secara tidak langsung dia sudah mulai belajar bahasa Inggris. Saya pribadi tidak suka mengajarkan bahasa Inggris ke anak saya saat itu, karena bahasa Indonesia-nya saja belum terlalu lancar. Namun ada “pelajaran” tata bahasa yang saya ajarkan di rumah setiap ada kesempatan.. salah satunya adalah perubahan kata benda majemuk.
Dalam tata bahasa Inggris, ada istilah count & non-count Noun, yaitu kata benda yang dapat dihitung dan tidak dapat dihitung. Contoh kata benda yang dapat dihitung adalah gelas, pulpen, tas, buku, dll. Sedangkan contoh kata benda yang tidak dapat dihitung misalnya beras, garam, gula, dll. Nah, untuk kata benda yang dapat dihitung, penyebutan untuk satu buah dan lebih dari satu buah akan berbeda.
Contoh:
*one book, two books, three books…
*one glass, two glasses, three glasses…
*one table, two tables, three tables…
Perubahan umumnya adalah menambahkan “s” dibelakang kata-nya, tetapi tidak semua kata benda akan seperti itu. Ada noun yang mendapatkan akhiran “es” seperti “glasses” atau “tomatoes”, dan ada pula yang berubah cukup drastis, contohnya “1 person -> 2 people”, atau “1 foot -> 2 feet”.
Inilah yang saya ajarkan di rumah ke anak saya. Setiap kali saya ingin memberitahu nama sebuah benda, atau kebetulan dia bertanya, saya akan langsung sebutkan penyebutan majemuknya. Misalnya dia minta bantal, maka ketika saya memberikan bantal, saya akan katakan “ini bahasa Inggrisnya pillow“, “one pillow, two pillows, three pillows“, sambil sesekali saya jelaskan secara sederhana kalau kata benda dalam bahasa Inggris akan berubah pengucapannya kalau lebih dari satu. Tentu saja saya tidak melanjutkan lagi dengan teori seperti count & non count tadi, yang ada bisa takut dia. hahaha
Menurut saya ini adalah salah satu bentuk pengajaran yang sederhana namun akan efektif jika dilakukan dalam jangka waktu panjang, jadi cocok sekali jika diajarkan kepada anak sejak kecil di rumah. Secara tidak langsung, lama-lama anak akan paham dengan sendirinya dan juga terbiasa dengan tata bahasa yang sering dia dengar, apalagi kalau kemudian dia juga sering praktek mengucapkan.
Menarik, kan? Bukan hanya perubahan kata benda majemuk yang cocok untuk bocil. Next nya saya akan share lagi yang lain. Ciayoo!
