
Seperti yang kita ketahui bersama, tanggal 10 Juni lalu, pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM non subsidi, yaitu pertamax. Tidak tanggung-tanggung, naiknya dari 12 ribuan menjadi 16 ribuan. Jadi +-30%!
Pada saat hari kenaikan BBM tersebut, di hampir semua radio membahas, dan juga memberikan kesempatan para pendengar untuk memberikan komentar / respon. Tentu saja, seperti yang sudah diduga, komentar / responnya berupa keluhan dan respon negatif. Namun ternyata ada 1 komentar yang sifatnya tuh positif. Sampai penyiar radionya berkata “POV (point of view) nya sangat baik.”
Saya pun berpikir kalau komentarnya itu sangat baik. Jadi komentarnya itu kurang lebih, bahwa pemerintah pasti sudah ikut campur, tetapi memang harga minyak dunia lagi tinggi, tidak mungkin di subsidi terus. Selain itu, orang yang bisa beli mobil 300 – 500 juta mestinya mampu untuk membeli bensin. Positif banget, kan?
Itulah POV. Point of View. Sudut pandang.
Setiap manusia pasti memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Justru kalau POV nya semua orang sama, curiga.. apa jangan-jangan sudah di kontrol oleh AI ? hahaha…
Menurut saya, siapapun boleh berpendapat dan berkomentar, dengan sudut pandang masing-masing. Sikap kita yang melihat atau mendengarkan tentunya harus menghargai. Mungkin ada yang komentar pedas, mungkin ada yang negatif banget sampai kita kesal… ya sudah. Mungkin mindset-nya belum berkembang dengan baik.
“Jadi apa pendapat mimin soal kenaikan BBM?” Kalau saya boleh berkomentar, kita harus menghargai pemerintah. Tetap bekerja & berusaha dengan baik agar pendapatan terus ada, dan praktekkan financial planning agar keuangan tetap stabil dan baik. Ciayoo!
