
Post kali ini merupakan pengalaman saya pribadi, jadi tidak ada maksud untuk menjelekkan maskapai tertentu. Saya coba berpendapat berdasarkan pengalaman tersebut dan mudah-mudahan bisa menjadi tambahan wawasan untuk pembaca.
Seperti yang kita ketahui bersama, gegara perang di Timur Tengah, harga minyak dunia naik… termasuk sampai ke bahan bakar pesawat. Alhasil, ada banyak sekali berita mengenai maskapai-maskapai yang mengurangi atau bahkan menutup rute penerbangannya, dengan alasan efisiensi. Awalnya saya tidak terlalu mengikuti berita-berita seperti ini, tetapi ketika penerbangan saya mengalami perubahan jadwal, saya akhirnya membaca banyak berita penerbangan.
Sekitar bulan April lalu, setelah sebelumnya saya menukar miles untuk tiket penerbangan Bangkok – Jakarta, saya menemukan tiket murah untuk rute Jakarta – Bangkok dari salah satu maskapai LCC (low cost carrier). Setelah banyak komparasi, saya booking tiket tersebut. Menurut perhitungan saya, tiketnya cukup murah untuk sekeluarga. Namun baru jalan kurang lebih satu minggu, tiba-tiba saya mendapatkan email notifikasi bahwasanya penerbangan saya tersebut di undur, dari yang sebelumnya hari Kamis malam menjadi Jumat siang.
Saat itu saya cukup shock. Bukannya apa-apa, saya sudah pegang tiket balik, sudah merencanakan kegiatan selama di negara tujuan, dan saya hampir-hampir pesan hotel dari hari Kamis malam. Jika penerbangannya diubah, otomatis mempengaruhi semuanya. Dan ya, saya kesal. Memang, dalam notifikasi tersebut dikatakan kalau saya bisa mengajukan refund full jika tidak bersedia merubah jadwal, namun hal ini juga tidak menyenangkan karena tiket hari lain harganya jauh lebih tinggi, apalagi saya beli bukan untuk 1-2 orang, tapi sekeluarga.
Pada akhirnya saya memutuskan untuk ikut perubahan jadwal maskapai LCC tersebut, dan saya memilih memundurkan tiket balik. Ada denda-nya, sih, tetapi nilainya jauh lebih kecil dibandingkan selisih jika beli tiket baru, dan belum tentu juga tiket baru-nya tidak ada perubahan.
Pengalaman tersebut yang akhirnya membuat saya berpikir panjang untuk memesan tiket maskapai LCC lagi di masa mendatang, terutama untuk trip yang ‘jadwalnya tidak bisa fleksibel’. Para orang tua pekerja yang anaknya masih sekolah (SD – SMA) & belum financial freedom pasti lebih paham maksud saya dengan istilah tersebut. hahaha..
Jadi itulah penjelasan saya mengenai resiko penerbangan LCC. Bagaimanapun, kita tidak bisa komplain apabila ada perubahan jadwal atau pembatalan penerbangan. Harga tiket jauh lebih murah dibandingkan maskapai reguler, jadi tidak bisa berharap servis yang ditawarkan akan sebagus maskapai reguler. Dengan kata lain, jangan harap servis bintang 5 jika kita hanya mau bayar seharga bintang 2 atau bintang 3.
Menurut saya, tiket LCC itu cocoknya memang untuk para single atau orang tua yang anaknya belum sekolah atau sudah besar / punya kehidupan sendiri, karena mereka tidak akan terlalu terpengaruh jika ada perubahan jadwal atau pembatalan penerbangan sekalipun. Hanya perlu hati-hati juga dengan hotel jika tidak bisa cancel, sebaiknya tidak terburu-buru pesan hotel setelah booking tiket. Pengalaman saya, jika sudah H-2 minggu, sudah aman, terkecuali memang ada force majeure (kejadian yang mendadak dan tidak terduga) misalnya baru ada perang atau waktu covid dulu.
