
Kali ini saya ingin menjelaskan mengenai bagian kalimat (part of sentence) dalam bahasa Inggris. Ini adalah salah satu materi dasar / basic tata bahasa yang perlu kita ketahui. Mengapa? supaya gampang ketika perlu analisa kalimat, contohnya saat ujian seperti TOEFL atau IELTS.
Dulu di beberapa postingan sebelumnya, saya pernah menulis mengenai struktur kalimat yang paling sederhana, yaitu S + V. atau Subject dan Verb. Kedua nya merupakan bagian dari kalimat juga. Sekarang saya tambahkan 2 lagi, yaitu C & M.
C adalah Complement. Sesuai dengan namanya, bagian kalimat ini fungsinya untuk melengkapi kalimat (to complete). Dengan kata lain, jika si C tidak ada, maka kalimatnya pasti aneh. Namun demikian, catat baik-baik, Tidak semua kalimat butuh Complement.
Contoh: Dodi is sick.
Dodi = Subject
is = Verb (linking Verb)
sick = Complement
Kamu bayangkan jika si complement nya tidak ada. hanya “Dodi is”. Aneh, kan?
Contoh lain: Nino dropped a pencil.
Nino = Subject
dropped = Verb (past)
a pencil = Complement
Coba kalau si complement tidak ada, hanya “Nino dropped”. Aneh, bukan?
Ya, jadi itulah kegunaannya si complement.
“min, complement itu berati Object, ya?” Kalau ini pertanyaan yang ada di kepala-mu, maka bagus! berati kamu masih ingat struktur kalimat bahasa Indonesia. 😀
Jawaban dari pertanyaan tersebut, Object merupakan salah satu jenis Complement. Tetapi tidak semua Complement adalah Object, seperti contoh pertama yang “Dodi is sick” tadi. Kata “sick” dalam contoh kalimat ini disebut Subject Complement, jadi fungsinya adalah untuk menjelaskan si Subject (Dodi).
Sampai sini, saya berharap sudah ada pemahaman, meskipun sedikit tidak masalah. Sambil terus belajar dan praktek, lama-lama pasti akan semakin paham. Itulah juga kenapa saya suka katakan, belajar tata bahasa dari basic dulu, jangan langsung “loncat” misalnya tiba-tiba sudah belajar frase atau klausa. Bisa bikin mabok…
Lanjutttt
M adalah Modifier. Sesuai nama, fungsinya untuk mengubah arti (to modify) kalimat. Mengubah arti disini maksudnya memberikan arti yang berbeda. Berita baiknya, ada atau tidak ada si M, tidak mempengaruhi secara tata bahasa. Kalau tidak ada M, tidak akan membuat kalimat jadi aneh.
Contoh: Nino dropped a pencil in the library.
Tadi kita sudah analisa: Nino (S), dropped (V), a pencil (Complement -> Object). Nah, “in the library” adalah Modifier. Memberikan informasi bahwa kejadian nya di perpustakaan.
Ini contoh ekstrim, karena sudah jelas, kalaupun si M nya tidak ada, tidak masalah.
Contoh lain: Momo swims twice a week.
Momo = Subject
swims = Verb
twice a week = Modifier.
Kalaupun tidak ada M, yaitu “Momo swims”, kalimat ini benar secara tata bahasa, dan tidak aneh. biasa saja. Betul? Nah, ketika ada Modifier, pembaca bisa bilang “oh.. berenangnya seminggu 2x”. memberikan tambahan arti.
Satu contoh lagi: Rendi is a certified pilot.
Rendi = Subject
is = Verb (Linking Verb)
a pilot = Subject Complement
certified = Modifier.
Kalaupun si M nya hilang, jadi “Rendi is a pilot”, biasa aja. normal. Tetapi dengan adanya Modifier “certified”, arti kalimatnya berubah drastis.. si Rendi jadi terdengar sangat profesional dan berpengalaman.
Paham, ya? Kalau dalam bahasa Indonesia, Modifier sama seperti Keterangan. Jenisnya banyak, bisa berupa waktu, tempat, atau keterangan lain.
Sampai sini dulu untuk part of sentence!
