Fokus kebutuhan sendiri

Masih seputar resolusi di tahun yang baru, saya ingin berbagi wawasan yang menurut saya penting. Ilham ini saya dapatkan ketika mendengarkan radio. Yup, kalau saya WFH dirumah, saya cenderung menyalakan radio agar suasana tidak sepi, sekaligus mendapatkan berita atau insight dari para penyiar radio.

Salah satu insight yang saya dapatkan adalah bahwa kita perlu fokus kepada diri sendiri, tidak perlu melihat orang lain, karena pada dasarnya kita dan orang tidak bisa sama, apakah dalam konteks kondisi/situasi ataupun kebutuhan. Ketika saya mendengar hal tersebut, respon saya langsung “benar juga”. Apa yang menjadi kebutuhan kita saat ini belum tentu sama dengan orang lain. Demikian juga kondisi orang lain yang mungkin kita kenal atau sekedar dengar, belum tentu cocok untuk kita pribadi. Dengan kata lain, tidak perlu membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Contoh: kita melihat tetangga kita kedatangan kulkas baru yang besar, 4 pintu. Yah, tidak masalah. Mungkin dia baru saja menang undian, atau dia membeli karena ingin buka usaha catering, dll. Banyak hal yang mendasari keputusan orang tersebut untuk memiliki si kulkas, yang kemungkinan besar tidak kita ketahui, dan karenanya tidak boleh menjadi dasar untuk kita melakukan hal yang sama (membeli kulkas 4 pintu). Ini hanya sekedar contoh. Silahkan direnungkan sendiri, hal-hal atau keinginan apa saja yang masih didasari oleh orang lain, apakah itu lihat tetangga, lihat sosmed, lihat majalah, dll. Hal ini penting untuk menjadi perenungan, karena biasanya ketika keinginan terlampau tinggi atau kebutuhan tidak cocok dengan diri sendiri, maka tidak akan ada rasa kepuasan (fulfillment)… yang ada stress.

Ketika kita fokus pada kebutuhan diri sendiri, kita dapat mengetahui apa saja yang kita perlukan untuk menjalani hidup dengan lebih baik, dan ketika mencapai poin tertentu, pasti akan ada rasa bahagia dan bangga. Ciayoo!