Renungan pribadi 2025

Saya jadwalkan post ini untuk tanggal 27 desember, supaya lebih dekat akhir tahun dan menjadi post terakhir di tahun 2025. Saya menulis post ini setelah saya mendapatkan reminder tagihan hosting saya, hehehe… Ini memang penanda bahwa sudah bulan desember dan sudah waktunya menulis renungan pribadi tahun ini. Seperti tahun lalu, karena ini blog saya, boleh lha ya saya menulis cerita saya ini 😀

Menurut saya, tahun 2025 berlalu cukup cepat. Saya pribadi masih sangat ingat peristiwa-peristiwa yang terjadi di Januari lalu. Masih sangat lekat malah, karena memang ada beberapa hal penting terjadi. Peristiwa penting pertama adalah meninggalnya opa Paulus. Beliau adalah salah satu teladan penting dalam hidup saya, satu dari beberapa orang yang saya tau persis selalu mendoakan saya dan keluarga. Saya sangat bersyukur atas kehadiran opa dan oma Paulus sejak lebih dari 20 tahun lalu, karena itu kehilangan mereka merupakan hal yang tidak akan mudah terlupakan.

Hal penting lain adalah selesainya cicilan investasi rumah yang pernah saya ceritakan di beberapa post terdahulu. Saya memulai cicilan di November 2022 dan berakhir di Januari 2025, jadi ketika sudah berakhir, perasaan bahagianya langsung meluap dan tentu tidak mudah dilupakan. Hanya saja, hal ini kemudian menjadi perenungan, karena setelah itu saya merasakan ada beban lanjutan. Beban ini tidak lain adalah pengelolaan dan perawatan rumahnya, baik tenaga, waktu, serta duit. wkwkwk….

Saya sebenarnya sudah berencana untuk melepas satu atau lebih aset properti lain, agar bisa fokus ke rumah tersebut. Namun aset-aset lain tersebut ternyata tidak memungkinkan untuk dilepas, apakah karena tidak mendapatkan ijin dari keluarga (karena aset patungan), ataupun karena harga yang cukup jatuh (karena pasaran properti memang kurang baik). Satu hal yang saya percaya, ada maksud Tuhan, jadi saya masih berdoa meminta tanda untuk langkah berikutnya. Keputusannya saya percaya akan ada sebelum bulan Februari 2026. Amin!

Event penting lain yang juga terjadi di Januari 2025 lalu adalah medical check up lengkap pertama kalinya dalam hidup saya. Yup, seumur-umur saya belum pernah medical check up yang selengkap ini, sampai cek paru dan jantung. Waktu itu saya berpikir dan berdoa, kalau semua hasilnya baik, maka Tuhan mengijinkan saya untuk merencanakan perjalanan keliling dunia (RTW) saya 2 tahun mendatang. Dan puji Tuhan hasilnya baik, jadi sejak itu saya mulai memikirkan rencana RTW, hanya belakangan ini saya berpikir kalau 2 tahun mungkin agak cepat, jadi kemungkinan saya perlu menundanya. but we’ll see

Perenungan lainnya, tentu saja masih mengenai tujuan hidup. Sampai hari ini, saat saya menulis post ini, saya masih bertanya kepada Tuhan, apa sebenarnya tujuan hidup saya. Satu tahun sudah akan lewat lagi, tetapi saya masih merasa kalau saya belum menjalani tujuan hidup saya sepenuhnya. Hanya memang saya tau Tuhan baik, karena Ia mengetahui bahwa masih ada ketakutan dalam diri saya. Seandainya saat ini tiba-tiba ada suara yang jelas-jelas memberitahukan apa yang harus saya lakukan, belum tentu saya dapat langsung mengikutinya, karena saya masih terbeban dengan kewajiban saya di keluarga.

Harapan saya, Tuhan menunjukkan pelan-pelan arah tujuan hidup saya, dan someday saya dapat menjalani tujuan saya hidup di dunia ini, menjadi berkat untuk banyak orang, sebelum Tuhan panggil saya pulang. Overall, saya bersyukur atas segala yang Tuhan sudah anugerahkan kepada saya dan keluarga saya, terutama di tahun 2025. Saya sangat berterima kasih untuk kebaikan-Nya, untuk semua hal dalam hidup saya. Amin!