
Belakangan ini saya suka mengikuti video-video seorang financial advisor yang terkenal di Amerika Serikat, namanya Dave Ramsey. Silahkan cari sendiri di gugel mengenai artikel-artikel atau video-video keuangannya yang menurut saya sangat bagus dan bermanfaat.
Ada satu video di mana Dave memberikan opini, yang menurut saya sangat menarik, untuk kasus salah satu penelepon yang bertanya mengenai situasi yang dihadapi. Jadi si penelepon ini meminta pendapat Dave. Dia adalah seorang peternak yang cukup sukses. Dia memiliki peternakan dan rumah yang sudah lunas, tidak ada hutang. Namun dia ada masalah dengan istrinya. Dikatakan bahwa istrinya tidak menyukai tinggal di rumah yang berdekatan dengan peternakan karena bau dan suasana yang kurang nyaman. Akhirnya mereka menyewa sebuah rumah lain yang tidak begitu jauh secara jarak, tetapi cukup untuk tidak lagi mencium bau peternakannya. Selama menyewa rumah, istrinya pun bahagia. Masalah muncul ketika pemilik rumah tidak lagi ingin menyewakan rumahnya, dan mau menjualnya saja. Si penelepon ini mengatakan kepada Dave bahwa ia tidak setuju untuk membeli rumah tersebut karena dia sudah punya rumah, dan ia juga merasa sayang dengan uang yang selama ini ditabungnya. Dikatakan bahwa dia lebih baik menggunakan uang tabungannya untuk meng-upgrade peternakannya yang diperkirakan butuh $400.000, sedemikian rupa sehingga kondisi menjadi lebih baik, bisnis peternakannya berkembang, dan dia berharap tidak akan begitu bau lagi sehingga dia dan istrinya bisa kembali ke rumah lama-nya.
Sampai disini, semua terlihat masuk akal. Saya pribadi, ketika mendengarkan cerita si penelepon, juga berpikir kasus ini adalah kasus yang sulit, karena dalam benak saya, membeli rumah pasti jauh lebih mahal dibandingkan melakukan renovasi peternakan. Selain itu, dengan renovasi peternakan, bisnisnya juga ikut berkembang. Tetapi setelah akhirnya si penelepon mengatakan harga rumah yang ditawarkan bernilai $45.000, respon Dave berubah. Ia sampai bertanya kembali.. “the house is $45.000?” (harga rumah yang ditawarkan $45.000?) dan dijawab “Yes” oleh si penelepon, sehingga terjadilah pembicaraan yang sangat lucu. Dave mengatakan, yang intinya “bagaimana bisa kamu membandingkan membeli rumah seharga $45.000 yang akan membuat istrimu bahagia, dengan renovasi peternakan seharga $400.000 (a.k.a hampir 10x lipat) hanya karena itu adalah bisnismu?”
Paham, gak kelucuannya? Menurut saya ini adalah soal perspektif.. sudut pandang. Kadangkala kita bisa seperti kuda yang ditutup samping-samping mata-nya sehingga hanya bisa melihat 1 sisi saja. Bahkan bisa sampai ngotot mempertahankan apa yang dipandangnya benar, padahal belum tentu perspektif nya itu baik adanya untuk hal lain.
Itulah juga mengapa, ada baiknya kita berbicara / konsultasi dengan orang lain, yang mungkin lebih senior atau berpengalaman, tujuannya supaya kita bisa menemukan perspektif lain. Dalam kasus si penelepon tadi, untungnya dia menelepon dan minta pendapat seorang financial advisor sehingga diberikan pendapat yang mungkin tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Keuangan itu memang penting, tetapi jangan sampai fokus hanya pada uang dan bisnis, karena pada dasarnya kita mencari uang-pun bukan untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga kita. Jika uang kecil bisa membahagiakan keluarga, kenapa tidak dibelanjakan?
Jadi, ayo kita belajar rendah hati mencari atau meminta pendapat untuk menemukan perspektif-perspektif lain yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
