
Saya dulu pernah bertanya-tanya sendiri dalam hati, sebenarnya perlu berkat seperti apa atau seberapa banyak agar seseorang bisa merasakan kebahagiaan? Ada orang yang saya tau kaya raya secara materi tetapi banyak menderita batin, tetapi ada pula orang-orang tua yang terlihat duduk dibawah pohon bisa ngobrol tertawa-tawa.
Dari dua hal itu saya yakin bahwa uang bukan jawaban yang saya cari, karena toh orang yang punya banyak uang ternyata bisa tidak merasakan bahagia juga. Kemudian barulah saya menemukan satu kesimpulan yang rasanya adalah jawaban dari pertanyaan saya di awal tadi. Saya pelajari, berkat yang sesungguhnya adalah berkat yang sedang kita butuhkan. titik.
Kata kuncinya tadi itu : ‘yang dibutuhkan’. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sehingga tidak bisa kita katakan bahwa masing-masing orang pasti sama kebutuhannya.
Contoh sederhana: orang yang sedang sakit, ketika kemudian ia sembuh pasti akan lebih bersyukur dibandingkan orang yang selalu sehat. Orang yang sedang kelaparan, ketika ada yang memberinya makanan pasti akan sangat berterima kasih, dibandingkan orang-orang yang kita lihat setiap hari makan di restoran. Orang yang sedang mengalami masalah berat, ketika ada orang yang membantu menyelesaikan masalah itu mungkin akan dianggap malaikat. Dengan kata lain, ketika seseorang membutuhkan sesuatu lalu mendapatkan, pada saat itulah saya percaya ia akan merasakan kebahagiaan.
Jadi uang sebenarnya tidak selalu bisa menjadi berkat yang membawa kebahagiaan, namun juga perlu diingat, selama uang masih menjadi alat tukar, tentu kita tetap membutuhkannya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk membeli makanan / bahan makanan.
Saya ingat pernah menonton satu film yang situasinya berada di padang gurun. Ada orang yang bersedia membeli air minum dengan segala harta yang dimilikinya saat itu. Ya iya lha, kalau orang itu mati karena dehidrasi toh dia tidak bisa pula membawa mati hartanya. Demikian pula saat dulu pandemi covid di tahun 2020, saya mendengar beberapa cerita orang-orang kaya yang tetap terkena covid lalu meninggal. Orang yang memiliki harta melimpah ruah tidak membuatnya menjadi kebal terhadap penyakit.
So.. saya berharap kita semua mendapatkan tambahan wawasan baru, tidak selalu berpikir bahwa uang adalah segalanya, atau uang dapat membawa kebahagiaan, karena pada dasarnya yang dapat memberikan kebahagiaan adalah ketika kita membutuhkan sesuatu dan kemudian mendapatkannya. Itulah berkat yang sesungguhnya.
