
Beberapa hari lalu saya menonton salah satu video yutup kesukaan anak saya tentang game jadul Mario. Jadi ceritanya si mario diberikan 1 jamur ajaib yang akan bisa membesarkan benda yang dikasih jamur itu. Sebelum mulai level, diberikan kata-kata yang +- artinya “kamu hanya diberikan 1 jamur, bijaklah dalam menggunakan.” Lalu muncul scene mario mengambil jamur ajaib dan mulai berjalan. Tidak lama setelahnya dia tiba di pinggir semacam jurang. Lanjut, muncul scene yang memberikan gambaran seberapa panjang jurang, dimana di pinggir jurang awal ada tangga kecil, sementara di pinggir jurang akhir (disebrang) ada koin. Selanjutnya si mario berpikir…
Tidak lama setelah itu mario mundur lalu berlari lompat jurang sambil tetap memegang jamur ajaib. Lompatannya hanya setengah jarak jurang, lalu dia lanjut lompat diudara 1x berputar dan jamurnya terlempar mengenai koin sehingga menjadi besar, tetapi dia sendiri tidak bisa sampai dan akhirnya masuk jurang. Game over!
Saya ketawa ngakak…. Pantesan anak saya suka video-video nya.. channel itu banyak membuat video game mario dengan skenario-skenario lucu.
Yang menarik dari video tadi adalah fakta bahwa si jamur ajaib berhasil melewati jurang dan mengenai koin sehingga koinnya menjadi besar sekali, namun tokoh utamanya malah mati. Sadar atau tidak sadar, dalam realitas kehidupan juga banyak kejadian seperti itu.
Seringnya kita terlalu fokus dengan tujuan “membesarkan koin” (mencari harta sebanyak-banyaknya -red) tetapi tidak memikirkan diri sendiri. Pada akhirnya, ada sesuatu yang dikorbankan, apakah itu kesehatan, apakah hubungan dengan keluarga atau saudara, apakah kehidupan sosial, dll… dll.. dll.
Jika kemudian ditanya “trus artinya tidak usah cari harta, min?” Ya ngga gitu juga, bambang. Di video mario tadi, setelah restart, si mario kemudian menggunakan jamur ajaib di tangga sehingga tangganya membesar dan mario bisa melewati jurang dengan tangga itu, dan pada akhirnya dia tetap bisa mendapatkan koin tadi meskipun koin-nya biasa, ukuran standard.
Manusia harus bekerja jika ingin makan, ini sudah tertulis dari jaman purbakala. Jika dahulu kala bekerja bisa langsung ditukar dengan makanan (barter), maka saat ini kita bekerja dapat uang baru bisa makan. Dengan kata lain, bekerja itu tetap harus, tetapi yang membedakan adalah seberapa fokus-nya. Seperti koin mario tadi, apakah harus mendapatkan koin yang sebesar raksasa sampai mengorbankan diri sendiri, atau cukup yang penting bisa lolos level dan tetap mendapatkan koin. Be wise!
Semoga ini menjadi perenungan kita bersama dalam menjalani hidup ini….
