Sesuai level

Anak saya sudah pindah sekolah sejak Juli lalu. Karena ini adalah tingkatan terakhirnya sebelum masuk dunia perkuliahan, kami memutuskan untuk dia melanjutkan pendidikan di sekolah yang cukup bagus (a.k.a mahal). Salah satu pertimbangan kami, sekolah tersebut akan memberikan banyak channel untuk kuliah nantinya. Definisi mahal yang saya maksudnya disini, SPP bulanan di sekolah tersebut 3x lebih tinggi dibandingkan sekolah sebelumnya.

Saya sebenarnya sudah menyadari, ketika anak saya masuk ke sekolah tersebut, akan ada biaya-biaya selain SPP yang kemungkinan besar juga nilainya tidak kecil. Dan memang terjadi. Baru beberapa minggu masuk sekolah, saya perlu membelikan peralatan-perlengkapan tertentu. Lalu ada acara yang juga perlu di support melalui pembelian tiket.

Yang menarik, anak saya pernah berkata “ya untuk level xxx (nama sekolahnya), 100 ribu mah murah, mi.” Waktu saya dengar omongannya, saya langsung ketawa. Ternyata anak segede itu sudah paham konteks “sesuai level”.

Memang benar, level akan menentukan harga. Contoh sederhana, harga minuman di hotel berbintang vs warung akan sangat jauh berbeda, meskipun produknya 100% sama persis. Atau harga baju di mall vs di pasar. Tidak mungkin berharap harga baju 20 ribu ada di mall yang tenant-tenant nya adalah brand-brand terkenal. Yang ada, orang-orang di mall akan mengatakan harga 100 – 200 ribu sudah murah untuk sebuah baju. Contoh lain makan di mall dan di warteg. Kalau makan di mall, bawa uang 20 ribu kemungkinan besar tidak akan kenyang untuk satu orang, tetapi makan di warteg 20 ribu bisa untuk 2 orang makan kenyang.

Menurut saya, semua itu pilihan. Setiap orang pasti memiliki alasan sendiri ketika membayar harga untuk barang atau jasa yang dibeli. Wajar-wajar saja, apalagi kalau memang ada tujuan yang jelas. Yang penting jangan ikut-ikutan, atau hanya sekedar gaya / demi dilihat orang. Karena orang melihat hanya sekian detik, selanjutnya ya sudah. Atau kalau kita ikut-ikutan orang, belum tentu orang yang kita ikuti tau kalau kita ngikutin. Buat apa?

Semoga ini bisa menjadi tambahan wawasan kita semua. Ketika kita memutuskan untuk masuk ke sebuah level tertentu, persiapkan dana yang cukup. Jika keuangan belum baik, sebaiknya hati-hati dalam memilih.