
Ketika anak saya pulang membawa 1 kantong besar berisi buku-buku pelajarannya, kami mulai melihat-lihat buku-bukunya. Tidak lama kemudian dia berkata, “mi, ini buku Jerman nya full Jerman, ngga ada translate-an“. Ketika dia berkata seperti itu, saya sempat diam mikir. Lalu saya menjawabnya, “Memang yang bagus seperti itu, full Jerman. Kan nanti dijelasin sama guru bahasa Jerman-nya. Sama seperti buku pembelajaran bahasa Inggris yang oke, mestinya yang full Inggris, soalnya kalau ada terjemahan Indo-nya suka aneh. Makanya mi bawa buku-buku mi pas dulu belajar Inggris di Texas.”
Bukan bermaksud untuk menjelekkan hasil terjemahan orang-orang kita, hanya saja menurut saya ada banyak hal yang tidak bisa “sekedar” diterjemahkan. Masih ingat postingan saya mengenai istilah bahasa Inggris yang menarik? Di dalam postingan itu saya menjelaskan 1 istilah saja. Bayangkan, 1 istilah saja terjemahannya bisa lebih dari 1 kalimat. Jadi memang ada poin-poin pembelajaran yang tidak bisa diterjemahkan plek-plek, perlu ada yang menjelaskan dengan benar agar pemahamannya tidak keliru atau salah tangkap.
Dengan kata lain, menurut pandangan saya, daripada terjemahannya membuat bingung yang baca, lebih baik buku-buku pembelajaran bahasa asing tidak perlu ada terjemahan sama sekali. Jika memang niat mempelajari bahasa asing tersebut, kita pasti akan semangat dan dengan senang hati mencari orang yang bisa menjelaskan apabila ada yang tidak kita pahami. Dalam konteks ini tidak perlu selalu guru yang menjelaskan, tetapi teman yang bahasanya native juga pasti akan bisa menerangkan dengan baik.
Mau belajar bahasa Inggris? Carilah buku-buku pembelajaran bahasa Inggris yang sepenuhnya (full) Inggris. Akan lebih baik lagi jika penulisnya adalah guru native (bahasa ibu nya adalah bahasa Inggris). Mungkin lebih mahal jika buku import, tapi hasilnya juga pasti lebih baik. Apalagi beli buku tidak perlu terus-terusan. Membeli buku yang tepat ibarat kita berinvestasi dengan tepat, karena pasti akan mendatangkan hasil yang optimal. Selain itu, jika kesulitan memahami apa yang diajarkan dalam buku, kalian perlu mencari orang yang bisa menjelaskan, apakah itu guru (les), atau teman native dari komunitas-komunitas.
