
Belum lama ini saya nonton satu serial drakor yang menarik. Tema-nya bukan seputar hal-hal romantis, tetapi mengenai pencurian emas. Pada saat saya tulis postingan ini, serialnya belum kelar, jadi saya tidak tau endingnya bagaimana, tetapi yang saya ingin share bukan mengenai ceritanya, tetapi mengenai sifat manusia-nya, yaitu keserakahan.
Jadi garis besar ceritanya, ada penyelundupan satu peti mati berisi emas murni ke sebuah kota di Korea Selatan. Ada 100 batangan emas dengan nilai sebatangnya 10 kilogram, jadi total 1 ton. Namanya penyelundupan dengan nilai sedemikian, tentu tidak dikerjakan oleh sembarang orang. Tepatnya sebuah organisasi yang saya sebut jahat, model gangster gitu. Nah, pilot yang menerbangkan peti mati ini akhirnya mencuri dan berniat untuk meminta uang tebusan ke pemilik peti (ketua gangster), tetapi gagal dan malah hampir mati oleh kawanan gangster tersebut. Namun peti itu berhasil disembunyikan oleh pacar si pilot.
Singkat cerita, karena butuh uang, wanita (pacar pilot) yang berhasil menyembunyikan emas itu bekerja sama dengan 1 orang untuk bisa memproses dan menjual batangan emas tadi, karena memang logikanya pasti sulit kalau jual emas batangan 10 kilo tanpa diketahui si gangster. Caranya cerdik!
Menariknya, dalam perjalanan memproses emas-emas tadi, mulailah bermunculan orang-orang yang mengetahui keberadaan si emas, dan mereka semua mencari-carinya. Dan disinilah mulai tampak pula sifat-sifat manusia yang tadi saya sebut. Serakah… bahkan terlalu serakah.
Kepala gangster yang diberi tugas untuk menjaga peti mati tadi, ketika ia akhirnya mengetahui bahwa isi peti nya adalah 1 ton emas, berusaha untuk mengambil seluruh emas itu sendirian. Seorang kepala bea cukai, yang sebenarnya ikut membantu si pilot untuk meloloskan peti tersebut, akhirnya menyadari isi peti adalah emas dan berusaha untuk membunuh wanita itu serta mengambil seluruh emasnya sendiri. Ini baru setengah jalan serialnya, saya prediksi akan bermunculan lagi tokoh-tokoh serakah lain, termasuk seorang detektif polisi yang seharusnya setia pada hukum, tetapi ia melakukan penyelidikan diam-diam sehingga sepertinya niatannya sama seperti yang lain… ingin mengambil sendiri emasnya.
Yang paling serakah, menurut saya pribadi, adalah si pilot tadi. Setelah beruntung selamat dari gangster dan kabur dari polisi, dia diberikan “kesempatan” untuk kabur dari Korea dengan membawa setengah isi peti… semua diatur oleh wanita itu (karena mereka sudah putus dan wanita itu tidak mau terlibat lagi dengan si pilot), tetapi pilot itu malah berusaha datang ke rumah wanita itu dengan membawa detektor logam, yang tentu saja niatannya bukan mencari orang, tetapi mencari emas.
Sampai sini saja ceritanya. Saya sampai berpikir, astaga.. dapat 1 batang emas saja sudah berapa M. Ini mau dikasih 50 batangan, masih saja niat untuk mencari semuanya. Heran, gak, sih? Sungguh aneh sebenarnya, tetapi saya percaya memang di dunia nyata-pun ada orang-orang yang seperti itu. Terlalu serakah!
Memangnya kenapa kalau serakah? Menjadi serakah itu tidak pernah baik. Pada akhirnya bisa ada hal buruk yang terjadi pada diri kita ketika menjadi serakah, apalagi terlalu serakah. Di cerita tadi, kebanyakan orang yang berusaha mengambil seluruh emas batangan… akhirnya mati.
Semoga post ini menjadi renungan untuk kita semua. Serakah itu tidak baik, segala sesuatu yang berlebihan juga tidak baik. Jadi mari kita belajar untuk lebih bersyukur apa yang kita miliki, dan ketika ada berkat, seberapapun itu, terima dengan senyum dan ucapan syukur, pasti hidup jadi lebih baik. Amin!
