Kapan pakai dana darurat?

Post ini saya tuliskan setelah saya mendapatkan jawaban tak terduga dari salah seorang tetangga. Menurut saya ini akan menjadi insight untuk para pembaca.

Sebelum lanjut, saya ingin mengingatkan dahulu, dana darurat adalah dana yang kita simpan secara khusus (beda dengan dana sehari-hari ataupun dana investasi) untuk keperluan darurat. Contoh umum kondisi darurat adalah ketika perlu uang saat tiba-tiba / mendadak sakit, atau ada pengeluaran tak terduga yang tidak bisa ditunda. Karena sifatnya yang “perlu cepat”, dana darurat biasa disimpan di tempat yang mudah diambil/dicairkan, seperti rekening tabungan atau deposito yang tidak ada pinalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo.

Nah, selain untuk kondisi darurat / emergency yang saya sebutkan tadi, menurut saya, ada beberapa situasi yang bisa menggunakan dana darurat. Salah satunya adalah untuk “pembelian gelondongan”.

Jadi beberapa waktu lalu saya ngobrol dengan salah satu tetangga. Rumahnya sih diluar perumahan saya, tapi saya tetap anggap tetangga karena termasuk dekat. hehehe.. Kami cerita macam-macam.. sampai kepada internet. Saya katakan kalau saya pakai Biznet, dan ternyata tetangga saya itu juga pakai Biznet, hanya dia tambahkan “…tapi mahal kan, ya…”.

Saya langsung berkata, “ngga, koq. saya pakai yang promo bayar 12 bulan gratis 5, jadi dapat 17 bulan, jatohnya ngga sampai 200 ribu sebulan.” Dia tampak kaget, kemudian bertanya, “bayarnya berapa memang?” Saya jawab lagi, “3 juta, sama pajak jadi sekitar 3,3 juta”. Lalu saya melihat dia menghitung di kalkulator hp nya, “iya, tidak sampai 200 ribu, ya. saya bayar 300 ribuan tiap bulan.” Saya lalu lanjutkan “iya, beda-nya lumayan, dan 17 bulan itu cepat, bu. Saya sekitar 2 minggu lalu perpanjang 17 bulan untuk yang kedua. ngga berasa.”

“iya, sih ya, hanya kalau bayar sekaligus gitu agak berat, ya…”

Sampai disini. sudah paham kan ya maksud saya “beli gelondongan”

Ada banyak kasus dimana jika kita beli atau bayar langsung sekaligus untuk jumlah atau durasi tertentu, kita mendapatkan potongan diskon atau cashback atau gratis tambahan. Langganan internet tadi adalah salah satunya, jika bayar 12 bulan dimuka akan mendapatkan tambahan 5 bulan gratis. Untuk kasus saya, biaya langganan saya 250 ribu / bulan sebelum pajak, maka 12 bulan adalah 3 juta sebelum pajak. Nah, karena dapat tambahan gratis 5 bulan, maka angka langganan saya menjadi 176 ribu / bulan sebelum pajak, atau 196 ribu / bulan setelah pajak. Jauh lebih murah. Penghematan +-30%.

Tentu saja, tidak semua kasus pembelian gelondongan itu worth untuk menggunakan dana darurat, contohnya kalau barangnya tidak selalu digunakan, atau terlalu mahal; dengan kata lain, perlu membuat justifikasi. Justifikasi saya untuk langganan internet tadi adalah karena saat ini internet sudah menjadi kebutuhan pokok, apalagi karena saya banyak kerja dari rumah.

Satu hal lagi, jika benar menggunakan dana darurat, jangan lupa untuk “mengisi” kembali. Dana darurat harus selalu ada, karena kejadian tak terduga bisa datang kapan saja. Lebih baik mempersiapkan sebelum ada sesuatu yang mungkin terjadi.

Semoga bermanfaat!