
Pernah dalam suatu game yang saya ikuti, ada semacam kontes menyusun puzzle. Dalam satu komunitas di game tersebut, para anggota dapat saling bertukar puzzle karena masing-masing mungkin memiliki bagian puzzle berbeda-beda. Karena itulah pertukaran akan memberikan benefit, bisa saling melengkapi. Saya termasuk salah satu anggota yang suka memberikan puzzle saya ketika ada yang request, meskipun saya juga sesekali melakukan request. Setiap ada pertukaran puzzle, akan ada notif chat masuk. Jadi jika saya memberi puzzle, yang me-request akan mendapatkan notif.
Nah, saya perhatikan, awal-awal ketika saya memberikan puzzle, jarang ada yang mengucapkan terima kasih. Tetapi setiap ada yang memberikan saya puzzle, saya pasti mengucapkan terima kasih. Lama-lama kebiasaan saya tersebut juga diikuti oleh rekan-rekan yang sebelumnya ‘diam saja’, karena memang pertukaran terjadi diantara anggota yang itu-itu saja.
Bagi saya, mengucapkan terima kasih setelah menerima sesuatu itu sudah otomatis. Mungkin karena saya sudah terbiasa melakukannya sejak muda. Apakah saya menerima pemberian / barang, terima uang kembalian ketika berbelanja, piring makan saya di cuciin, sampai terima paket belanja online juga saya akan mengucapkan terima kasih. Sudah refleks saja.
Menurut saya kebiasaan ini sangat baik, toh cuma modal suara, gratis, tidak perlu bayar, tidak akan rugi apapun. Saya ajarkan juga kepada anak saya. Mudah-mudahan nanti setelah dewasa akan menjadi refleks juga. Dan saya berharap juga semakin banyak orang diluar sana yang juga melakukan dan mengajarkan hal sederhana itu, karena pasti dunia akan semakin indah dan ceria 😀
