Tata bahasa paling sederhana

Dalam setiap bahasa, saya percaya ada tata bahasanya. Kalau dalam bahasa Inggris di istilahkan “grammar“. Jika kita ingin belajar bahasa dengan efektif, penting untuk mempelajari grammar mulai dari yang paling dasar dahulu.

Menurut saya, tata bahasa Inggris yang paling dasar adalah “S + V”. Maksudnya? Dalam setiap kalimat bahasa Inggris, harus ada Subyek (S – Subject) dan Predikat (V – Verb).

Karena kita belajar bahasa Indonesia, pasti kalian juga tau apa arti Subyek dan Predikat. Jika tidak tau, coba tanyakan kepada anak SD (just kidding…). Subyek adalah pelaku / orang yang melakukan. Belum tentu harus orang, sih, bisa hewan atau tumbuhan juga. Sedangkan Predikat adalah aktivitas / kegiatan yang dilakukan si subyek atau pelaku.

Jadi dalam sebuah kalimat bahasa Inggris, yang terpenting adalah ada 1 S dan 1 V. Jika mau lebih dari 1 juga boleh, dan jika mau di ‘ekspansi’ juga boleh, yang terpenting esensinya tadi itu, S+V.

Apa artinya lebih dari 1, min?” Subyek atau Predikat atau keduanya lebih dari 1. Contoh “Andi and Budi play chess every week” -> dalam kalimat ini, ada 2 Subyek, yaitu Andi dan Budi. Contoh lagi: “Susi is studying and listening to music now” -> dalam kalimat ini, ada 2 aktivitas yang dilakukan, jadi ada 2 predikatnya.

Kalau ekspansi itu apa?” Ekspansi itu bicara mengenai frase atau klausa yang menjadi Subyek atau Predikat. Contoh: “The man who came last night is my brother” -> dalam kalimat ini, Subyeknya adalah “the man who came last night”, ini adalah sebuah klausa. Jadi si klausa itu menjadi Subyek dalam kalimat. Lagi-lagi, karena kita belajar tata bahasa Indonesia, pasti tau apa itu frase dan klausa, kan? Kalau lupa, coba dibuka lagi buku pelajaran sekolahnya, atau tanya anak tetangga juga boleh. wkwkwk.

Simple, kan? Satu hal, kebanyakan orang ingin tulisannya keliatan keren sehingga kadang malah sampai lupa aturan S + V . Saya pernah memeriksa tulisan teman saya, dimana ada 1 kalimat yang panjang lebar dan pakai istilah keren, tapi sayangnya tidak ada Predikatnya. Jadi bagian Subyek nya itu di expansi seluas-luasnya, abis itu langsung ke keterangan dan lupa dengan Predikat. Alhasil, secara grammar salah.

Saya berikan 1 tips yang ampuh. Setiap kali ingin membuat kalimat, mulailah dengan kalimat sederhananya dulu, baru setelah itu di ekspansi.

Contoh:

(step 1) Andi wrote a book.

(step 2 – ekspansi S dan tambah keterangan) The man who came to our party last week wrote a book that became viral.

(step 3 – ekspansi lagi dan tambah keterangan lagi) The man who came to our party last week wrote and published a book that became viral so he could buy a huge villa in that famous area.

Sampai sini paham, ya? Jadi tidak perlu langsung menulis versi panjang-lebar nya langsung, kecuali kalau memang sudah jago, karena cenderungnya akan malah melupakan aturan dasarnya tadi, si S+V.

Semangat!!