
Beberapa waktu lalu anak saya bertanya harga tiket pesawat ke Labuan Bajo. Saya lalu katakan bahwa dulu ketika kami pergi kesana, harganya kurang lebih 1,5 juta sekali jalan. Setelah itu dia bertanya-tanya soal hotel. Terakhir saya mendengar dia berkata “berati satu orang butuh dana sekitar 3 juta untuk trip 5 hari”. Saya langsung respon “maksudnya?”
Setelah saya tanya lebih detil, ternyata dia berencana untuk mengajak beberapa teman baiknya untuk ‘acara perpisahan’ di Labuan Bajo. Lalu saya tertawa sambil berkata “kamu kalau mau trip itu tidak bisa hanya menghitung tiket pesawat dan hotel saja. Justru banyak komponen lain yang mungkin harganya bisa lebih mahal, tergantung disana mau ngapain aja.”
Umumnya orang yang tidak / belum terbiasa dalam perencanaan trip akan berpikir demikian, yang penting kalau mau jalan-jalan adalah tiket pesawat dan hotel, jadi tabungannya juga mengarah ke sana saja. Ini benar, hanya sayangnya tidak 100% tepat.
Tiket pesawat diperlukan untuk transportasi pulang pergi ke tempat tujuan trip. Kemudian hotel dibutuhkan untuk penginapan selama di tempat trip. Semuanya itu benar penting, tetapi ada yang kurang, yaitu aktivitas selama di tempat trip.
Namanya juga jalan-jalan, kan tidak mungkin hanya datang dan kemudian stay di hotel seharian. Well, kalau staycation memang hanya itu saja, sih. Tetapi jika sudah sampai beli tiket pesawat, rasanya agak lucu jika hanya diam di hotel saja. Ya, kan? Nah, segala aktivitas yang akan dilakukan selama trip itulah yang juga perlu di rencanakan, baik jenis aktivitasnya maupun biayanya.
Dalam beberapa kasus, biaya aktivitas selama perjalanan bahkan bisa melebihi biaya tiket pesawat dan hotel. Berita baiknya, semua yang terkait dengan aktivitas ini memiliki opsi yang bejibun, jadi sebenarnya biayanya nanti akan sangat ditentukan dengan pilihan kita masing-masing.
Contoh: ketika saya trip ke Labuan bajo dulu, ada penawaran untuk tour ke pulau-pulau dengan kapal, dimana jenis kapalnya beragam, ada yang kapal pinisi, kapal nelayan, atau speedboat. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi tergantung mau pilih yang mana.
Ngomong-ngomong, aktivitas yang saya maksudkan diatas tadi juga termasuk makan. Dengan kata lain, penting juga untuk memasukkan jenis & biaya makan di perencanaan trip, karena jika tidak direncanakan dengan baik, kemungkinan yang akan terjadi adalah makan di restoran pas sudah lapar, dan biasanya tentu jauh lebih mahal ketimbang sudah ada perencanaan sebelumnya (mau makan dimana, lokasinya dimana, jam berapa harus kesana, tempat wisata yang searah / dekat apa saja, dll).
“Keliatannya ribet, ya, min?” Lumayan, terutama jika belum pernah atau belum terbiasa dalam perencanaan trip. Tetapi jika sudah cukup sering melakukan, pasti akan terasa biasa saja. Dengan kata lain, semakin sering jalan-jalan akan semakin jago dalam perencanaan trip. hahaha….
