
Belum lama ini saya ada ngobrol di salah satu grup yang isinya beberapa mami [yang anaknya sekelas dengan anak saya] mengenai kuesioner dari sekolah. Saya mengatakan bahwa saya senang mengisi kuesioner karena dulu saya pernah bekerja di perusahaan riset sehingga sudah terbiasa handle ratusan hingga ribuan kuesioner. Lalu mulailah respon dari mami-mami lain, dan kemudian melebar ke obrolan lain-lainnya. hehehe..
Tidak lama setelah chatting itu, saya kemudian berpikir… “iya juga ya, hari ini saya bisa mengerjakan tugas kantor saya yang kebanyakan analisa data, itu semua juga tidak terlepas dari pengalaman saya dengan kuesioner-kuesioner. Saya sudah terbiasa dengan banyak sekali data sehingga saya tidak merasa kesulitan untuk mempelajari & membuat chart, analisa dan/atau kesimpulan.” Disinilah saya terpikirkan mengenai judul postingan kali ini.
Setiap pengalaman yang kita dapatkan di masa lalu akan berguna untuk masa depan kita. Percaya tidak percaya… Kalau saya sih percaya. Bukan hanya itu saja, tetapi saya juga percaya bahwa setiap jalan yang kita lalui di masa lalu sudah diatur oleh Tuhan, yang mana akan menjadi persiapan untuk masa depan.
Contoh selain pekerjaan saya itu.. adalah pengalaman saya sering dinas keluar kota. Saya lahir dari latar belakang keluarga yang kurang mampu, jadi boro-boro jalan-jalan dengan pesawat terbang, tamasya dalam kota saja jarang. Pertama kali saya naik pesawat terbang adalah ketika saya berusia 23 tahun. Dua puluh tiga tahun, dan itupun karena saya ditugaskan dari kantor untuk training ke Yogyakarta. Yup, pertama kali saya naik pesawat ke jogja, dan saya masih ingat ketika pertama kali naik pesawat saya cukup pusing, padahal jarak tempuhnya tidak lama. Setelah itu saya semakin sering ditugaskan keluar kota karena ada beberapa project yang dimana saya handle kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia. Secara total saya sudah pernah ke 14 kota di Indonesia, mulai dari kota besar seperti Surabaya, Medan, Bali, Makassar, Balikpapan, sampai kota kecil seperti Tanjung Balai atau Salatiga. Lalu semua ini persiapan untuk apa? Saya percaya itu semua persiapan untuk saya kuliah S2 di Amerika. Perjalanan saya dari Jakarta ke Corpus Christi, Texas memakan waktu 14 jam, 3x transit. Dari Jakarta saya ke Singapur, kemudian ke Jepang, lalu ke Houston, baru ke Corpus Christi. Saya bayangkan, pertama kali saya naik pesawat Jakarta – Yogya yang cuma 1 jam-an sudah pusing, bagaimana saya bisa bertahan 14 jam jika sebelumnya saya tidak terbiasa dengan penerbangan-penerbangan?
Itu hanya 1 contoh lagi saja. Jika saya harus menuliskan semuanya, mungkin saya harus membuat buku sendiri 😀
Kesimpulannya? apapun pengalaman kita di masa lalu, percayalah bahwa ada hal-hal yang akan berguna untuk kita di masa depan. Ambil sisi positifnya!
