
Saya pernah membaca postingan dari seseorang di forum investasi tentang ‘hasil usaha sampingannya’ melakukan trading saham. Dia mengatakan bahwa dia pekerja kantoran dan tiap bulan dia menyisihkan sebagian gajinya untuk trading saham. Tidak dijelaskan berapa lama dia terjun di dunia saham, tetapi disebutkan kalau hasil tradingnya dalam setahun sudah bisa melebihi gaji bulanannya.
Menurut saya cerita itu sangat luar biasa dan mestinya bisa memotivasi banyak orang yang membaca, terutama orang-orang muda yang katanya lebih mementingkan YOLO dan FOMO sehingga pengeluaran biasanya mepet pendapatan atau malah melebihi. Saya pribadi pun akhirnya merenung setelah membaca postingan tersebut. Ada benarnya, dan saya bisa memetik beberapa pelajaran dari orang tersebut.
Pertama, saham bisa menghasilkan uang. Saya sendiri sudah beberapa tahun terjun di dunia saham, dan saya sudah merasakan keuntungan dari saham. Tetapi saya ingin memberikan disclaimer juga ya, saudara-saudara, teman-teman… bahwa dunia saham juga memiliki resiko. Karena itu jangan ikut-ikutan, lakukan riset sendiri, dan jangan terbawa emosi.
Kedua, trading saham bisa jadi sampingan. Artinya kita masih bisa bekerja fulltime di tempat lain, hanya saja tentu definisi trading-nya tidak yang difokuskan benar-benar. Saya pribadi biasanya melihat aplikasi investasi saya di pagi hari (sebelum kerja), siang hari (pas istirahat), dan malam hari. Di malam hari saya sudah bisa order beli / jual saham di harga yang saya mau, dan selanjutnya otomatis dijalankan oleh platform investasi di hari bursa berikutnya. Sepemahaman saya hampir semua perusahaan investasi sudah bisa melakukan hal tersebut, jadi tidak perlu ‘pantengin’ saham-saham setiap saat.
Ketiga, meskipun hanya sampingan, jika ditekuni bisa menghasilkan lebih dari yang dibayangkan. Poin ini sebenarnya lebih untuk saya. Saya ini masih punya mindset bahwa harus ada usaha fisik (seperti toko, atau kantor) jika ingin mendapatkan passive income ketika sudah tua dan tidak lagi dapat bekerja apapun. Tetapi dari perenungan ini, saya menyadari bahwa passive income pun dapat diperoleh dari saham, yaitu deviden. Bagaimanapun, membeli saham juga “membeli perusahaan” sehingga meskipun kita tidak secara tidak langsung mengelola atau menjalankan perusahaan tersebut, kita tetap bisa memperoleh deviden dari keuntungan bisnis.. bukankah ini sama dengan memiliki usaha fisik sendiri?
Semoga kita semua dapat memperoleh wawasan baru dari sini…
