Masalah hidup

Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah acara ‘survival’ dalam konteks peramal / “orang pintar”, di Korea. Jadi ceritanya ada 49 orang pintar yang di ‘adu’ skill-nya, dimana pemenangnya akan mendapatkan sejumlah uang. Ini acara yang menarik karena setau saya belum pernah ada ‘survival’ untuk konteks orang-orang demikian. Cara adu skill-nya pun dengan meramal nasib, baik nasib orang yang sudah meninggal, atau yang masih hidup.

Satu hal yang membuat saya akhirnya menulis post ini, yaitu karena ada seorang yang terkenal bersedia untuk di ramal. Seorang dokter kecantikan, yang ketika saya gugel memang sangat terkenal. Produk-produk kecantikannya terkenal, di ecommerce Indo pun banyak dijual. Benar-benar terkenal. Tapi dalam acara itu, dia bercerita bahwa dia sebenarnya sudah merencanakan untuk bunuh diri, dia sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk suami dan anak-anaknya, dan dia mengikuti acara tersebut karena dia ingin lebih dahulu “curhat”, sekaligus memberitahukan alasan dia akan melakukan bunuh diri.

Saya jujur kaget, sih. Seorang yang kelihatan ceria, cantik, terkenal, mapan, sehat, tetapi ternyata memiliki masalah yang luar biasa sehingga dia sampai ingin mengakhiri hidupnya. Tapi ini mungkin kenyataan yang perlu diketahui kita semua, bahwasanya apa yang nampak dari luar… apakah itu ketenaran, keceriaan, kekayaan, tidak bisa menampilkan apa yang sesungguhnya terjadi di dalam hidup manusia.

Pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki masalah hidup, bidang dan bentuknya saja beda-beda. Jangan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain, karena belum tentu sama (a.k.a apple to apple). Contohnya dokter yang tadi, saya yakin tidak ada seorang pun di acara itu, baik juri, penonton, sampai peramal nya pun menyangka bahwa dia sudah menetapkan tanggal untuk bunuh diri. Memang, ketika mendengar ceritanya, menurut saya, apa yang dihadapi dokter itu tergolong berat… karena masalahnya mental & pikiran, dan dia sendirian menghadapi. Untung saja dia berani untuk datang ke acara itu, sehingga kelihatannya orang-orang memberikan support dan mungkin dia bisa mengubah pikirannya untuk bunuh diri.

Kesimpulannya? menurut saya ada 2. Yang pertama, setiap manusia pasti ada masalah, dan yang kedua, perlu support. Masalah hidup pasti beda-beda, tapi percayalah bahwa masalah yang kita hadapi pasti tidak akan melebihi kemampuan kita. Terakhir, ingat bahwa masih ada Tuhan, jadi jika kita merasa sendirian, datang kepada Tuhan. Pasti Dia akan menolong dan memberi support. Amin!